Tahun Politik (2018), Tahunnya Pertanian

TAHUN POLITIK (2018), TAHUNNYA PERTANIAN

(Oleh. Yudi Ilyassa)

Melanjutkan capaian positif di tahun 2017 yang ditandai dengan swasembada padi, bawang, jagung, dan cabai. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan akan berusaha terus meningkatkan produksi empat komoditas yang telah swasembada dan menambah empat komoditas program swasembada yaitu rempah-rempah, bawang putih, gula, dan kedelai.

Khusus kedelai, Kementerian Pertanian menargetkan produksi kedelai bisa mencapai 2,9 ton pada tahun 2018. Kepala Subdit Kedelai Kementerian Pertanian, Mulyono mengatakan, penanaman di area tanam baru pada Oktober 2017 dan produktivitas 1,5 ton per ha, akan mendorong peningkatan produksi pada 2018 sebesar 2,9 juta ton. Sedangkan total kebutuhan kedelai nasional 2,4 juta ton. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono mengatakan, Badan SDM dan Badan Litbang yang mendukung kinerja penanaman 500.000 hektar lahan untuk kedelai di 14 provinsi akan melakukan sinkronisasi dengan Ditjen Tanaman Pangan yang mengendalikan penanaman lahan 500.000 hektar di 20 provinsi.

 

Diversifikasi Pangan,  dan Pemanfaatan Teknologi

Pada Tahun ini, guna menurunkan angka konsumsi pada pangan pokok seperti beras hingga terigu, Kementerian Pertanian menyatakan siap menjalankan program diversifikasi pangan pada 2018 mendatang.

Untuk komoditas yang akan dikembangkan diantaranya, sagu, gembili, ganyong, kemudian garut, hingga singkong.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung mengatakan, “Diversifikasi akan dimulai dari pengolahan, artinya mulai dari bentuk olahan seperti apa yang tentu kriterianya ada dua, pertama masalah rasa, yang kedua masalah harga, diupayakan, inovasi yang dilalukan mampu pula menekan biaya produksi”.

Tidak hanya diversifikasi pangan, pemanfaatan teknologi juga merupakan modal utama pengembangan sektor pertanian di tahun 2018.

Kemajuan teknologi saat ini dapat dimanfaatkan sekaligus sebagai solusi kekurangan lahan pertanian dan tenaga kerja di masa akan datang serta meningkatkan kualitas pangan.

Besarnya potensi di bidang pertanian mendorong kemunculan beberapa startup ataupun aplikasi yang fokus pada pengembangkan bisnis di bidang pertanian seperti (TaniHub, Sayurbox, PanenID, TaniFund, Crowde, Biops, dll). Tak cuma mendapat produk berkualitas, startup dan aplikasi ini bisa membantu para pihak terkait untuk mendapat informasi soal harga produk pertanian. Di sisi lain, startup dan aplikasi pertanian ini juga bisa menjadi sumber informasi bagi petani mengenai cara bercocok tanam, solusi masalah pertanian, dan sebagainya.

Nasib Petani di Tahun Politik (2018)

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2017, ada 39,68 juta penduduk Indonesia yang bekerja di sektor pertanian. Jumlah tersebut lebih besar dari sektor-sektor bisnis lainnya.

Pertanian masih merupakan sektor penyerap tenaga kerja tertinggi karena persyaratan untuk bekerja di sektor ini mudah dipenuhi. sektor pertanian harus terus dibina secara baik dan tepat sasaran sekalipun saat ini sektor tersebut belum memberikan kesejahteraan yang memadai kepada petani akibat produktivitas pertanian yang belum optimal.

Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Heri Suliyanto mengatakan, penyiapan SDM yang berkualitas di bidang pertanian merupakan salah satu modal Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

Tahun 2018 merupakan tahun politik karena akan digelarnya Pemilukada yang diselenggarakan di 171 daerah yang terdiri dari 17 provinsi atau 50% jumlah provinsi di Indonesia yang mencakup 76,74% penduduk yang memiliki hak pilih, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Tak hanya Pemilukada, namun tahun 2018 juga ditandai dengan penetapan Daftar Calon Tetap Calon Anggota Legislatif dan Calon Anggota DPD-RI serta Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden serta dimulainya masa kampanye Pileg dan Pilpres yang akan dilaksanakan serentak pemilihannya pada 2019 nanti.

Dan bukan politik siapa yang menang (terpilih) yang menjadi unsur topik utama, akan tetapi secara politik, pertanian dan petani memiliki daya pikat tersendiri.

 

Penulis – Reporter Radio Pertanian Ciawi 88.6 FM

(diolah dari berbagai sumber)

Berita

Facebook

Menu Diklat

error: Content is protected !!