Tingkatkan Kesiapsiagaan, PPMKP Gelar Simulasi Pemadaman Kebakaran

Ciawi–Meski terlihat takut dan ragu, namun Agustina berhasil mematikan api yang menyala dengan menutupkan karung basah pada sumber api. Pegawai instalasi Komplek Bumi Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi itu tampak lega ketika asap putih mengepul tipis dan tak menyisakan nyala api. Tepuk tangan peserta lain pun terdengar menyambut keberhasilan Agustina memadamkan api dalam simulasi pencegahan dan pemadaman kebakaran, Senin (30/4) lalu.

Kegiatan yang melibatkan Dinas Kebakaran Kabupaten Bogor ini menjadi salah satu sesi materi dalam Latihan Peningkatan Kapasitas untuk Mewujudkan Excellent Service yang ditujukan bagi Satuan Pengamanan dan petugas instalasi PPMKP. Dalam sesi tersebut, peserta dilatih kesiapsiagaan dalam mencegah terjadinya kebakaran dan memadamkan api

dengan menggunakan karung dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Dalam penjelasannya, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiagaan Bahaya Kebakaran, dinas Kebakaran Kabupaten Bogor, Jaja Sujatma menyebutkan ada tiga komponen penyebab kebakaran, yakni adanya api, media atau bahan bakar dan oksigen. “Jika salah satu unsur dihilangkan, maka kebakaran akan berhasil ditanggulangi,” jelasnya.

Upaya memadamkan api, lanjutnya, bisa dilakukan dengan adanya kesiapsiagaan dan pengetahuan yang memadai. Tentu saja, upaya pencegahan kebakaran adalah cara yang terbaik. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap pegawai untuk memahami bagaimana prosedur pencegahan dan penanganan ketika terjadi kebakaran. Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana akan menimbulkan rasa aman tidak hanya bagi pegawai, namun juga untuk tamu yang datang.

Selain latihan menangani api, peserta juga mendapatkan latihan kesiapsiagaan dan kesamptaan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Ciawi dan Komado Rayon Militer (Koramil) 622 Ciawi. Di sesi terakhir, giliran Indonesia House Keepers Indonesia (IHKA) Cabang Bogor yang memberikan bimbingan bagaimana memberikan pelayanan prima kepada pelanggan.

Dalam kesempatan itu, narasumber dari IHKA, Thomas Swastoni berbagi pengetahuan mengenai teknik membersihkan kamar dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan. Menurut Thomas, pelayanan maksimal adalah pelayanan yang menyenangkan client yang dimulai dari attitude, skill, knowlegde, cara berpakaian, cara menerima tamu, hingga memberikan jaminan rasa aman.

“Bagaimana menjaga kemanan sekitar tempat diklat dan menerima keluhan dari client sesuai standar juga bagian dari pelayanan maksimal,” ucap Thomas.

Dalam sesi ini dilakukan role play yang dimainkan oleh peserta seperti bagaimana cara menyiapkan tempat tidur serta menerima tamu yang harus dilakukan oleh security hingga recepsionist.

Menurut Widyaiswara pendamping kegiatan, Binda Kharismarina kemampuan pegawai yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi peserta diklat dan mitra kerja PPMKP menjadi penentu kualitas layanan lembaga. Oleh karenanya, peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan pegawai khususnya satuan pengamanan dan staf instalasi menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan pelayanan prima.

“Semoga melalui kegiatan ini bisa tercipta pelayanan yang Sagara. Pelayanan yang Sigap, Cepat, Tanggap, Ramah dan Amanah, sesuai motto Satuan Pengamanan PPMKP,” ucap Binda.

Sementara itu, Royani, Kepala Instalasi Komplek Tirta PPMKP mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut. Ada persamaan pesepsi yang terbentuk terkait standar kerja yang baik. “Kita jadi tahu sebagai recepsionist seperti apa, sebagai satuan pengamanan seperti apa, sehingga bisa memberikan layanan prima kepada tamu dan mitra kerja,” ujar Royani. ***(dea; ed; mnh)

Berita

Facebook

Menu Diklat