BPP Surade, Kini dan Nanti

Sukabumi – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang berada di Jalan Pasar Surade Cisarua, Desa Buniwangi Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi ini memiliki wilayah kerja yang terdiri dari satu kelurahan dan 11 desa dengan luas seluruhnya seluas 11.784,8 Ha yang meliputi lahan sawah seluas 4.373,9 Ha dan lahan darat seluas 7.337,90 Ha dan lahan pantai 73 Ha.

Berdasarkan letak geografis, BPP Surade terletak di bagian Selatan Kabupaten Sukabumi dengan jarak dari ibu kota kabupaten ±63 km. Dengan batasan wilayah sebelah timur dengan Kecamatan Cibitung, sebelah barat dengan Kecamatan Ciracap, sebelah utara dengan Kecamatan Jampangkulon, dan Sebelah Selatan dengan Samudera Indonesia.

Luasan wilayah kerja BPP Surade dikelola oleh sembilan pegawai, terdiri dari dua orang PNS, enam orang THL-TBPP, dan seorang THL TBPPD. Berdasarkan data kelembagaan tani, BBP Surade membina 142 Kelompok Tani, 12 Gapoktan, dan  dua Kelembagaan Ekonomi Petani/ LKMA.

Ada 14.330 orang Kepala Keluarga Tani, dengan status petani 5.922 pemilik penggarap, 7.105 penggarap, 4.735 buruh tani. Di sektor tanaman pangan, padi menjadi komoditas utama dengan luas area 7.481 Ha, kedelai 494,6 Ha, kacang tanah sawah 116,6 Ha dan kacang tanah darat 432 Ha.

Sektor peternakan komoditas yang diusahakan di BPP Surade, sapi 1.423 ekor, domba 21.523 ekor, ayam buras 28.896 ekor. 107,4 Ha mina padi, 21,8 Ha kolam air tenang di sektor komoditas perikanan. Sementara itu, untuk sektor perkebunan, kakao 47 Ha, kelapa 453,7 Ha, dan karet 27 Ha.

Kepala BPP Surade, Pipin mengatakan, saat ini capaian produksi padi di wilayah BPP Surade sebanyak 6,8 ton/ Ha/ tahun, dengan pola tanam padi-padi, padi-palawija, padi-komoditas hortikultura. Mayoritas petani di wilayah kerja BPP Surade membudidayakan padi jenis Ciherang. Saat musim paceklik, harga gabah meningkat di kisaran Rp. 550.000 s.d 580.000 /kuintal.

Begitu besarnya potensi yang ada di cakupan wilayah BPP Surade tentunya tidak terlepas dari peran Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan) yang dibina secara langsung oleh penyuluh pertanian dari BPP Surade. Salah satunya adalah Poktan Batusuhunan yang ada di Kelurahan Surade dengan luas area ±25 Ha. Di kelurahan Surade pun sudah ada Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes) yaitu penyuluh swadaya dari petani yang memiliki pengetahuan lebih.

Sebagai lumbung padi di Kecamatan Surade, 10-17 hari lagi padi di Kelurahan Surade siap panen, varietas Ciherang menjadi pilihan utama petani padi karena bibit lokal sehingga rasanya lebih pulen dan bisa tahan penyakit.

Menurut Ketua Poktan Batusuhunan, Hasbulloh, saat ini petani mampu dua kali tanam, panen bisa mencapai 6 ton GKP (Gabah Kering Panen). Meski demikian, petani di Kelurahan Surade masih mengeluhkan bisa lebih keterbatasan pengering padi dan tidak adanya alat produksi (huller). “Di sini sistem irigasinya sudah usang dan tidak adanya embung. Ini yang menghambat petani untuk bisa berproduksi maksimal,” ucapnya.

Saat menemani rombongan peserta diklat Manajemen Kelembagaan Penyuluhan Tingkat Kecamatan di BPP Surade, Widyaiswara Ahli Utama Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Winarhadi mengungkapkan, penyuluh adalah ujung tombak kementerian pertanian dalam swasembada pangan. “Penyuluh harus terus dilatih sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman dan membangun jejaring kerja agar tetap dijalin agar tercipta kesinambungan di antara penyuluh pertanian. Salah satunya dengan dilaksanakannya kegiatan Pelatihan Manajemen Kelembagaan Penyuluhan Tingkat Kecamatan,” ucap Winarhadi.

Di masa mendatang diharapkan para penyuluh selalu mengupdate pengetahuan sehingga terangsang untuk selalu melakukan inovasi, dan tentunya di dorong oleh bantuan dari pemerintah bisa membuat target produksi wilayah binaan BPP Surade bisa meningkat. Para petani dan penyuluh pertanian di BPP Surade siap mendukung pemerintah dalam rangka pencapaian UPSUS Pajale 2018 khususnya padi. ***yi; ed: mnh

Follow PPMKP :

Berita

Facebook

Menu Diklat