Tantangan Dalam Membentuk ASN Berkelas Dunia

Ciawi – Sebagai instansi yang berakreditasi A dalam penyelenggaraan diklat, khususnya untuk diklat Golongan III CPNS, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) kembali memulai Latihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS), yang dilaksanakan di Komplek Surya dan Mega, PPMKP Ciawi, Senin (2/07).

Kali ini CPNS yang mengikuti diklat atau Latihan Dasar Golongan III CPNS, berasal dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Badan Keamanan Laut RI (Bakamla RI), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kementerian Koperasi dan UKM), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Badan Informasi Geospasial (BIG). Ada 119 peserta yang dibagi dalam tiga angkatan, yakni angkatan XVIII, XIX, dan XX.

Dalam amanatnya, Kepala PPMKP, Heri Suliyanto mengingatkan bahwa tantangan ASN di masa mendatang adalah mewujudkan world class bureaucracy pada tahun 2025. Untuk mewujudkannya, pemerintah telah mempersiapkannya dengan sedemikian rupa. Mulai dari rekruitment yang sangat selektif. “Saat ini perekrutan CPNS langsung pada jabatan fungsional khusus dan 20 persennya diambil dari formasi lulusan terbaik (cumlaude),” papar Heri.

Lebih lanjut, Heri mengungkapkan profesi PNS pada saat ini menjadi pekerjaan yang favorit dengan seiringnya perbaikan sistem manajemen PNS oleh pemerintah. Apalagi dengan adanya remunerasi atau tunjangan kinerja yang membuat penghasilan tidak kalah dengan penghasilan pekerjaan swasta. Sehingga tidak salah jika pemerintah menuntut para PNS untuk bekerja lebih baik.

Tentu saja untuk mencetak PNS sesuai yang diharapkan pemerintah menjadi tantangan tersendiri bagi PPMKP. Dengan kurikulum dan agenda yang sudah terstandar secara nasional sesuai dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) maka PPMKP, lanjut Heri berupaya keras menggembleng para CPNS ini agar kelak siap menjadi birokrat yang handal dan berkelas dunia. Melalui diklat ini, para calon birokrat ini nantinya juga akan dipersiapkan untuk menjalankan fungsinya sebagai pelaksana kebijakan publik dan pelayan masyarakat. Selain itu, mereka juga akan ditekankan untuk mampu melaksakan fungsinya sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Heri juga mengharapkan para CPNS ini bisa meningkatkan kompetensi manajerial dan sosio kultural selain dari kompetensi teknis dan substansial yang dibutuhkan instansinya. Kompetensi manajerial dan sosio kultural ini dibutuhkan untuk menjalankan tugas sebagai pimpinan di masa yang akan datang. “Di waktu mendatang, saudara-saudara peserta diklat ini mungkin akan menduduki jabatan manajer di level pengawas atau eselon IV yang sangat membutuhkan kompetensi ini,” ucap Heri.

Di akhir pembukaan Latsar, Heri mengatakan bahwa komplek yang saat ini ditempati oleh para peserta Latsar memang bukan yang terbaik, namun akan memberikan apa yang terbaik selama diklat. Oleh karena itu, ia menekankan peserta agar serius dan fokus mengikuti setiap agenda kegiatan Latsar, tanpa kehilangan unsur enjoy di dalamnya. *** (dea; ed: mnh)

Follow PPMKP :

Berita

Facebook

Menu Diklat