Sekjen Kementan Beberkan Kunci Sukses Menjadi Birokrat

Ciawi—Salah satu tolak ukur kesuksesan dalam birokrasi adalah menduduki jabatan puncak. Untuk di tingkat kementerian, posisi karier tertinggi adalah pejabat eselon I. Demikian paparan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro saat membuka Latihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Pertanian di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Senin (16/4).

Namun demikian, Syukur mengingatkan sukses dalam birokrasi bukan semata meraih posisi puncak dalam jabatan, melainkan prestasi yang dicapai ketika menduduki jabatan tersebut. “Di Kementerian Pertanian, hanya satu Sekretaris Jenderal, lima Direktur Jenderal, empat Kepala Badan, dan satu Inspektur Jenderal. Rebutlah posisi itu dengan cara yang halal dan menunjukkan kinerja yang baik. Tapi ingat, sukses birokrasi itu bukan hanya menduduki jabatan, tapi sukses yang sebenarnya adalah ketika dia meninggalkan jabatan,” papar Syukur.

Birokrat yang sukses, lanjut syukur, bisa dilihat setelah selesai masa jabatannya. Pejabat yang sukses, ketika meninggalkan jabatannya mewariskan suatu karya besar yang bermanfaat bagi negara dan masyarakat. “Ciri kedua pejabat yang sukses adalah ia dicintai oleh jajaran dan masyarakat di sekitarnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Syukur memaparkan kiat untuk menjadi birokrat yang sukses. Kiat yang pertama menurut Syukur adalah melibatkan Tuhan Yang Maha Kuasa dalam setiap aktivitas. “Yang kita lakukan itu hanya instrumen, karena yang sesungguhnya menentukan keberhasilan itu adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa,” tegasnya.

Jika hal tersebut dilaksanakan, akan mendorong orang untuk bekerja secara produktif dan profesional serta akan berupaya menghindari kecurangan. “Tanpa ada Irjen pun kita takut untuk berbuat curang, karena kita sadar akan adanya pengawasan dari Yang Maha Kuasa. Ini juga yang membuat orang takut mendapatkan gaji atau penghasilan tanpa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” tutur Syukur.

Kiat yang kedua, adalah cerdas dalam bekerja, tetapi tidak menggurui. PNS di Kementerian Pertanian dituntut untuk bekerja secara cerdas, sehingga mampu menuntaskan pekerjaan dengan baik, sekaligus menghasilkan inovasi yang bermanfaat. Hanya saja, Syukur berpesan, kecerdasan tersebut harus disertai sikap rendah hati sehingga tidak terkesan menggurui.

Kiat berikutnya adalah harus mampu berlari kencang, namun tidak mendahului. Tuntutan untuk berikir dan bekerja cepat dan jauh ke depan saat ini menjadi tantangan tersendiri. Setiap pegawai dituntut untuk “berlari” cepat menyelesaikan target-target yang telah ditetapkan. Tentu saja, kerja cepat ini harus dilakukan secara bersama-sama, agar tidak ada yang ditinggalkan.

Kiat terakhir untuk menjadi birokrat yang dipaparkan Syukur adalah mampu berbagi secara adil dan efektif. Birokrat yang baik harus mampu membagi ilmunya kepada karyawan dan lingkungannya, demikian juga hal-hal yang lainnya. Jika, kiat-kiat tersebut bisa diterapkan, maka kesuksesan dalam birokrasi pun bisa dicapai.

“Kiat-kiat ini adalah bagian dari pengalaman selama 33 tahun berkiprah dalam penyelenggaraan birokrasi di Kementerian Pertanian,” pungkas Syukur.

Sementara itu, dalam laporannya Kepala PPMKP, Heri Suliyanto menyampaikan Latihan Dasar CPNS yang akan berlangsung dari tanggal 15 April hingga 13 September 2018 adalah gelombang keempat Latihan Dasar CPNS Kementan yang diikuti 116 peserta.

“Para CPNS ini adalah bagian dari 436 CPNS yang diterima Kementerian Pertanian melalui seleksi berbasis komputer (Computer Assisted Test/CAT) tahun 2017,” ucap Heri.

Para peserta ini akan mengikuti kegiatan belajar on campus di PPMKP selama 33 hari dan praktik di instansi masing-masing selama 80 hari (off campus). Di tahap akhir, peserta akan kembali ke PPMKP untuk mengikuti seminar memaparkan hasil praktik di instansi masing-masing.

Menurut Heri, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara, Latihan Dasar menjadi sangat urgent dilaksanakan karena memberi batas waktu satu tahun bagi CPNS untuk mengikutinya. Jika dalam waktu satu tahun CPNS tidak mengikuti dan lulus Latihan Dasar, maka hak untuk menjadi PNS otomatis gugur. *** (mnh)

Follow PPMKP :

Berita

Facebook

Menu Diklat