Buka Diklatpim III, Sekjen Kementan Ajak Pejabat Pahami Isu Strategis dan Implikasinya

Ciawi—Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Hari Priyono membuka Diklat Kepemimpinan Tingkat III (Diklatpim III) Angkatan VIII di Komplek Bumi, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Selasa (28/2) lalu. Dalam kesempatan tersebut, Hari Priyono mengajak peserta Diklatpim dan seluruh pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian untuk memahami secara mendalam isu-isu strategis baik yang sifatnya global maupun nasional.

“Maju mundurnya suatu negara, tidak hanya ditentukan oleh kondisi nasional, tapi sangat dipengaruhi oleh kondisi global. Oleh karena itu saya berharap para peserta pejabat struktural yang mengikuti diklatpim ini, untuk tidak hanya memahami apa yang menjadi tupoksinya, tetapi memahami secara mendalam isu-isu strategis dan implikasinya pada apa yang kita programkan,” papar Hari.

Lebih lanjut, Hari Priyono mencontohkan kondisi perekonomian global yang sangat berpengaruh terhadap kondisi masyarakat Indonesia. Kenaikan harga bahan bakar minyak dunia berimbas pada kenaikan harga berbagai komoditas. Hal tersebut berimplikasi pada penurunan Nilai Tukar Petani (NTP). Daya beli petani akan mengalami penurunan di tengah meningkatnya harga-harga kebutuhan, sementara komoditas pertanian yang dihasilkan harganya tidak mengalami kenaikan.

Isu pangan, menurut Hari Priyono, adalah salah satu isu strategis di tingkat global. Ketersedian pangan yang menipis membuat banyak negara mulai khawatir. Negara-negara yang memiliki uang belum tentu dengan mudah bisa memenuhi kebutuhan pangannya.

“Dalam kondisi saat ini, untuk memperoleh 15 atau bahkan 10 juta ton beras saja bukan pekerjaan yang mudah,” ucap Hari.

Menurut Hari Priyono, Thailand saat ini mengeluarkan kebijakan pengurangan luas tanam akibat hasil produksinya yang tidak terserap pasar, salah satunya disebabkan tidak adanya impor dari Indonesia. Hal tersebut mengakibatkan pemerintahan Yinluck Shinawatra menanggung utang cukup besar akibat subsidi di sektor pertanian. Kebijakan Pemerintah Thailand ini berdampak pada ketersediaan pangan di pasar dunia.

“Oleh karena itu saya mengajak para pejabat struktural yang mengikuti Diklatpim ini aktif mendiskusikan isu-isu strategis dan implikasinya terhadap apa yang menjadi tugas kita. Tugas pemerintah adalah menyiapkan regulasi, memfasilitasi dan memberikan service untuk menggerakkan pembangunan. Dengan pemahaman yang mendalam terhadap isu-isu strategis kita akan mampu menghasikan kebijakan yang bisa menyelesaikan masalah secara tuntas,” ucap Hari dalam arahannya kepada peserta Diklat.

Diklatpim III Angkatan VIII yang diikuti 28 pejabat setingkat eselon III lingkup Kementerian Pertanian ini akan berlangsung dari tanggal 27 Februari hingga 15 Juli 2017. (***mnh)

Facebook